Ulasan Kelas

#AkberBali82 “Jamu as Business Heritage”

Bisnis jamu kini mulai banyak dikomersilkan melalui marketplace online atau offline. Beberapa mengemasnya dalam bentuk racikan mentah yang bisa diseduh, sebagian juga disajikan dalam kemasan ready to drink. Kelas #AkberBali82 ini akan membahas potensi jamu sebagai bisnis di era millenial sebagai warisan budaya bersama Chef Arif, yang merupakan salah satu founder dari Djamoekoe.

Pengalaman pengobatatan alami yang dirasakan sendiri secara turun-temurun dalam keluarga menjadikan Chef Arif mencintai dunia herbal pula alias jamu. Meracik sesuatu pun akan terjadi dengan sendirinya seiring dengan kita mengetahui ke arah manakah kita akan memasarkan jamu tersebut. Untuk mempelajari tentang jamu pun tidak harus terpaku pada buku-buku, karena sebagai pengusaha jamu jika sedang dalam proses ekspansi produk pun maka secara tidak langsung akan terus mempelajari jamu sehingga menemukan racikan/resep yang pas.

Ketika menjalankan bisnis jamu, pengusaha perlu mengetahui filosofi mengenai jamu, sehingga orang-orang akan merasa yakin dengan usaha jamu yg dijalankan tersebut. Hal ini bisa dikarenakan jamu merupakan bisnis yang progresif, prospektif, dan futuristik. Hal lain yang harus diperhatikan oleh pengusaha jamu adalah bentuk produk serbuk atau banyak dikenal sebagai jamu rebusan. Jamu rebusan dan fresh sendiri sebenarnya sama saja, tergantung takarannya/resepnya. Bisnis jamu ini adalah tradisi dari nenek moyang serta tidak bisa diubah.

 

Selanjutnya Chef Arif bercerita mengenai Coco Loe, salah satu produk dari usaha Djamoekoe. Coco Loe merupakan kreasi berbahan dasar lidah buaya. Produk ini terinspirasi dari cuaca di Ubud yang terkadang panas dan dingin, sehingga tubuh perlu asupan yang dapat membantu keseimbangan proses fisiologis di dalamnya. “Jangan pernah bilang bahwa jamu adalah obat. Jamu itu hanya untuk menjaga kesehatan.” tegasnya. Contoh lainnya juga misalkan kunyit yang dapat menghilangkan parasit-parasit dalam tubuh.

Jamu tidak hanya sebatas minuman namun juga mempunyai nilai historis. Jamu hadir untuk kebaikan, maka setiap orang akan secara langsung mencari tahu mengenai Jamu. Oleh karena sudah menanamkan pemikiran tersebut sehingga lambat laun makin banyak yang mengenal tentang Jamu. Dengan mengenal bahan-bahan herbal yang dapat dikonsumsi, maka akan meningkatkan awareness terhadap pencegahan penyakit pada diri sendiri.

Di akhir kelas, peserta dan guru banyak melakukan diskusi lebih lanjut mengenai banyak hal seperti masalah kesehatan, racikan bahan dasar, proses berwirausaha jamu, pengenalan produk djamoekoe untuk menginspirasi peserta mulai berbisnis jamu.

Terima kasih Chef Arif Spring, dan akberians yang telah hadir pada kelas kali ini. Semoga ilmunya bermanfaat. Sampai jumpa di kelas Akber Bali berikutnya.

 

Salam,

Berbagi Bikin Happy

Sabila Rahmawati

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *