Ulasan Kelas

#AkberBali83 “Creative Writing : from Think to Ink”

Para peserta mulai berdatangan sejak pukul 18:30. Antusiasme para peserta cukup tinggi untuk Kelas #AkberBali83 yang diadakan pada Rabu, 27 Februari 2019 di Colony Creative Hub. Bagaimana tidak, kelas kali itu mengangkat tema content writing dengan judul kelas, “Creative Writing: From Think to Ink”. Ditambah lagi, guru pengajar hari itu adalah Irma Yudistirani, penyunting IDN Times Bali.

Kelas dimulai tepat pukul 19:00. Mbak Irma langsung melakukan perkenalan dengan menampilkan tayangan video singkat tentang  IDN Times, membuat para peserta semakin penasaran. Sebelum masuk ke materi pertama, Mbak Irma menanyakan para peserta dengan satu pertanyaan sederhana: “Apa itu content writing?” Para peserta agak terdiam sejenak, berpikir apa kira-kira jawaban yang tepat. Secara umum, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah penulisan yang dilakukan sesuai dengan standar situs yang dituju. Dengan kata lain, ketika kamu menulis artikel maka artikel tersebut perlu disesuaikan dengan ketentuan dari situs tersebut.

Untuk mulai menulis satu artikel, tentu hal pertama yang perlu didapatkan adalah ide atau inspirasi. Dua hal tersebut bisa didapatkan dengan berbagai cara, mulai dari baca buku, mengobrol dengan teman, dan sebagainya. Ide atau inspirasi ini harus dicari dan bukannya ditunggu! Setelah mendapatkan ide dan inspirasi, tentu kamu perlu mulai menulis.

Dalam proses penulisan, tidak ada langkah mutlak yang harus kamu ikuti sebab setiap penulis memiliki caranya masing-masing. Ada penulis yang lebih dulu membuat judul, baru diikuti dengan tulisan. Ada pula penulis yang lebih dulu menulis isi dan baru diikuti dengan judul. Hanya saja, ada satu yang perlu diingat bahwa ketika membuat judul hindari perilaku clickbait, alias judul dengan susunan kata yang “fenomenal”. Hal ini perlu dihindari sebab itu sama saja dengan membohongi pembaca.

Saat ini, salah satu format yang cukup diminati adalah listicle, yaitu format penulisan dengan menggunakan poin-poin. Dengan menggunakan format tersebut, pembaca lebih mudah memahami dan lebih cepat durasi membacanya. Oiya, perlu juga diperhatikan panjang tulisan secara keseluruhan. Jangan sampai membuat pembaca bosan dan pada akhirnya tidak menyelesaikannya.

Selain unsur tulisan yang penting, juga perlu memerhatikan unsur visualnya. Pada umumnya, di situs-situs terkini banyak menggunakan dukungan visual seperti foto. Atau jika memang mampu, bisa juga menghadirkan ilustrasi. Tentu saja, unsur visual ini perlu diperhatikan relevansinya dengan tulisan yang dibuat, alias harus menggunakan visual yang nyambung!

Bagian terakhir yang juga perlu diperhatikan adalah bagian simpulan. Di bagian ini, kita sebagai penulis bisa memasukkan sedikit opini dalam kalimat penutup. Selain itu, kalimat penutup ini bisa dibuat sebagai close-ended sentence atau bisa juga ditutup dengan pertanyaan sehingga dapat membuka diskusi selanjutnya (misalnya, di kolom komentar).

Sebelum kelas benar-benar berakhir, Mbak Irma meminta para peserta untuk menulis satu artikel singkat dengan didasari oleh informasi dan pengetahuan yang telah diberikan Mbak Irma. Kira-kira 30 menit kemudian, Mbak Irma pun meminta beberapa peserta untuk maju membacakan hasil tulisannya.

Secara umum, kelas hari itu berjalan dengan hangat, seru, dan juga efektif. Para peserta berperan aktif dalam sesi diskusi sehingga suasana kelas terasa semakin hidup. Selain itu, Mbak Irma pun dengan sabar dan tidak segan-segan berbagi pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki.

Semoga akan bertemu pada lain waktu.

 

Salam,

Berbagi Bikin Happy

Satyawati

 

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *