Ulasan Kelas

#AkberBali76 “Drawing Back Balinese Culture”

 

Hari Minggu, tanggal 22 Juli 2018 Akber Bali mengadakan kelas mengenai Repatriasi dan Revitalisasi dokumen bersejarah Bali 1930-an. Nah, sebelum saya membahas lebih lanjut, kita kembali ke pengertian apa itu Repatriasi.

“Repatriation” is the return of objects and documents held in archives, museums and private collections to the country or community from which they were originally obtained.

“Repatriasi” adalah pengembalian benda-benda dan dokumen-dokumen yang disimpan di arsip, museum, dan koleksi pribadi ke negara atau komunitas tempat asal mereka diperoleh.

Repatriasi mendapatkan banyak perhatian di benak para arsiparis dan spesialis museum dewasa ini karena mereka berharap koleksi yang telah mereka simpan dan atur akan terbukti bermanfaat bagi individu dan masyarakat untuk generasi masa depan. Di kelas ini saya mendapatkan banyak informasi tentang cara merepatriasi atau memulangkan kembali serta merevitalisasi koleksi-koleksi budaya yang dulunya pernah diabadikan oleh turis luar. Gerakan ini dikenal dengan sebutan Arsip Bali 1928 yang berisikan cuplikan kegiatan kebudayaan serta audio-audio tempo dulu. File-file tersebut tersebar di beberapa negara yang beberapa tersimpan di museum dan koleksi pribadi.

Marlowe Bandem berstatement “Kita membutuhkan generasi sekarang untuk proaktif dalam upaya pemulangan  (Repatriasi).  Kami memiliki metodologi dan pengalaman dalam melakukannya, sehingga kami mendorong pemerintah Propinsi Bali untuk memulai dukungan iklan program repatriasi berbasis komunitas skala besar, di mana orang-orang berkumpul bersama, menyusun artefak di masa lalu, baik audio, video, manuskrip dan foto serta perilaku digitalisasi. Ini akan mengarah pada arsip seni dan budaya Bali yang berbasis komunitas.”

Kepentingan repatriasi yang pertama adalah untuk keperluan Dokumentasi dan Arsip. Rekaman audio dan video diperlukan dalam upaya membangun katalog komprehensif dari semua bentuk seni suatu komunitas atau lokalitas. Ini kemudian memimpin inventaris dan pemetaan gaya di antara komunitas.

Kegiatan repatriasi ini sangat penting guna memperkenalkan kepada generasi muda serta generasi yang akan datang serta menjadikan inspirasi agar terciptanya kesenian-kesenian Bali yang baru di masa datang. Tentunya, bahan utama dari proyek repatriasi yang sukses adalah didasari oleh kecintaan akan budaya.

Menyenangkan dapat menjadi bagian dari kelas 76 kali ini, Marlowe Bandem adalah sosok yang menginspiratif dan sharing kali ini sangat bermanfaat dan penting untuk mengenal kembali budaya Bali. Sampai berjumpa di kelas selanjutnya.

Salam,

Laksmi Prema Dewi

Berbagi Bikin Happy! 

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *