Ulasan Kelas

#AkberBali79 “Food Photography for Social Media”

Hai Akberians,

Akhir pekan lalu kita telah belajar bersama Sazha Hadian di Kelas #AkberBali79 tentang “Food Photography for Social Media”. Ini adalah kelas kedua mbak Sazha di Akber Bali, sebelumnya beliau sudah mengajar tentang foodstyling.  Dan seperti sebelumnya animo akberians untuk mengikuti kelas ini luar biasa. Dibuka hanya 2 hari, pendaftar yang masuk sudah lebih dari 100 orang, akhirnya terpaksa kita tutup registrasinya karena keterbatasan ruangan kelas. Tapi buat akberians yang tidak dapat hadir tentu bisa mengikuti materi kelas di Instagram dan live tweet akun @akberbali.

Kelas dibuka oleh relawan sekaligus kepala sekolah Akber Bali, Ayudiah Natalia sekaligus memperkenalkan kembali Akber Bali pada akberians yang baru kali ini mengikuti kelas. Setelah itu mbak Sazha memulai materi kelas dengan menyuguhkan foto-foto makanan yang menggiurkan dan bikin lapar 😉

Kenapa kita sebagai penjual produk makanan perlu foto yang menarik untuk promosi di social media? Ada beberapa alasannya :

  1. Trend di social media sangat menunjang strategi marketing produk yang kita jual.
  2. High demand untuk transaksi online atau toko online yang semakin lama semakin tinggi.
  3. Visual dapat lebih mudah membuat orang tertarik daripada membaca tulisan.
  4. Fotografi dapat menjelaskan mengenai konsep produk secara utuh dan dapat menceritakan tentang ambience, harga sampai rasa.

 

Ada beberapa faktor penting untuk membuat foto kita terlihat lezat di media sosial, sehingga apabila orang melihat foto itu di layar handphone mereka, akan menitikkan air liur dan menggerakkan mereka untuk mencari info lebih lanjut bahkan sampai memesan produk kita.

  • Know your gear and has capability for basic photography

Untuk membuat foto yang layak tampil di media sosial kita tidak selalu membutuhkan kamera profesional. Kecanggihan smartphone sekarang memungkinkan kita untuk mengambil foto yang cantik dan berkualitas hanya dengan satu kali jepret. Kenali alat fotomu, banyaklah mencoba dan jangan takut untuk berimprovisasi.

  • Lighting

Pencahayaan merupakan unsur utama dalam fotografi. Cahaya dapat membentuk karakter sebuah foto dan proses pencahayaan di dalam tubuh kamera (exposure) atau di luar tubuh kamera (lighting) adalah sama pentingnya. Mbak Sazha banyak menjelaskan tentang natural light dari cahaya matahari dan juga artificial light dari cahaya lampu dan reflektor.

  • Know the strength of our product

Kenali produk kita, apa yang menjadi kekuatannya. Misal masakan rawon kekuatannya terletak di daging yang empuk dan terlihat menggoda untuk digigit, maka tonjolkanlah komponen daging di dalam foto sehingga terlihat menarik.

  • Concept and trend at social media

Konsep di dalam fotografi adalah ide dasar untuk mendeskripsikan dan menyampaikan pesan kepada orang yang melihat sehingga mereka memiliki persepsi yang sama terhadap makanan tersebut. Konsep ini sangat penting untuk menentukan faktor lainnya seperti props, karakter foto, dll. Tentukan juga target market, harga jual dan karakter tempat kita berjualan untuk dimasukkan ke dalam konsep.

  • Props and food styling

Ada berbagai macam properti yang bisa kita pakai untuk food styling, tergantung konsep mana yang dipakai, apakah casual, klasik, vintage, modern, atau yang lain. Peralatan dari keramik, enamel, melamin, atau tradisional macam gerabah dan tanah liat bisa menentukan keindahan foto yang kita buat. Dan tidak perlu memaksakan props yang tidak sesuai dengan konsep makanan kita hanya untuk mengikuti trend.

  • Composition/photo styling

Menentukan komposisi foto secara mudah bisa menggunakan Rules of Third, di mana satu frame dibagi menjadi 9 kotak dan produk kita letakkan di antara pertemuan garis horizontal dan vertikal, bisa di atas kanan, atas kiri, bawah kanan, bawah kiri. Semakin sering mencoba maka kita akan semakin jago menghasilkan foto yang bagus dari produk kita. Produk makanan bisa diletakkan dalam satu garis, atau dengan memanfaatkan Positive dan Negative space untuk membuat makanan menjadi POI tanpa halangan apapun.

  • Framing/angle

Mencari angle yang bagus untuk difoto memang tidak mudah, butuh banyak percobaan dan jepretan untuk bisa memilih mana yang paling pas. Sekali lagi, sering-seringlah berlatih. Foto pizza misalnya akan jauh lebih baik difoto dari atas atau flat lay, karena jika difoto dari samping yang tampak hanya roti pinggirannya saja.

  • Drooling effect

Drooling effect yang tepat akan membuat para customer tidak ragu-ragu memesan produk makanan kita , membuat mereka tidak sabar untuk mencicipinya. Lelehan madu atau sirup, asap dari sate yang dibakar, atau menuang kuah bakso ke dalam mangkok tentunya akan bekerja dengan sangat baik di dalam suatu foto.

Banyak sekali tips dan trik yang dibagikan mbak Sazha di kelas ini, berikut contoh foto-fotonya yang menggiurkan. Banyak juga pertanyaan dari Akberians yang menarik dan dijawab tuntas oleh mbak Sazha. Tidak terasa 2 jam telah berlalu, sebenarnya masih banyak yang ingin bertanya tapi keterbatasan waktu membuat kelas harus diakhiri. Dan jangan sedih, mbak Sazha bersedia mengajar lagi untuk waktu mendatang dengan materi yang lebih detail lagi, lebih keren lagi.

Terima kasih kami ucapkan untuk ke{m}bali Hub yang telah memberikan tempat dan ruangan yang nyaman untuk kelas. Semoga ke depannya Akber Bali bisa terus menyelenggarakan kelas di ke{m}bali Hub dan juga berbagi ilmu dan wawasan kepada seluruh Akberians di Bali bersama guru-guru lainnya.

Terima kasih mbak Sazha Hadian yang selalu semangat untuk mengajar, semoga semangat berbagi ilmunya menular kepada semua peserta, tidak hanya digunakan untuk diri sendiri tapi juga dibagikan ke orang lain supaya lebih banyak lagi yang menerima manfaatnya.

Terima kasih untuk semua akberians yang telah hadir. Terima kasih untuk semua relawan yang membantu pelaksanaan kelas. Dan sampai ketemu lagi di kelas Akber Bali berikutnya!

Salam,

Berbagi Bikin Happy

 

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *