Ulasan Kelas

#AkberBali81 “Social Enterprise for Sustainable Future”

Hari itu, Minggu 16 Desember ada yang berbeda dari kelas-kelas akber sebelumnya. Bertempat
di Taman Baca Kesiman, para relawan sibuk mendekorasi ruangan dan tumpeng untuk perayaan
ulang tahun Akber Bali yang ke-tujuh.
Kelas kali ini bertema tentang bisnis sosial yang berkelanjutan untuk masa depan dengan Olivier
Pouillin dari Gringgo dan Indarwati Aminuddin dari WWF Indonesia sebagai pengajarnya.
Kelas berlangsung intim di senja hari taman baca dan sepoinya angin.
Menurut Olivier, saat ini bisnis mengalami perubahan massif/disrupsi karena teknologi. Peran
teknologi mengubah cara berbisnis yang dulunya bersumber dari modal yang besar dan
perkembangan usaha yang cukup lama, tapi sekarang banyak start-up yang kreatif bahkan idenya
cenderung gila dapat mengubah cara berbisnis dalam semalam.

 

Gringgo adalah start-up manajemen sampah yang didirikannya dan partnernya beberapa tahun
belakangan. Sampah adalah permasalahan besar dan krusial di era sekarang. Dengan sumber
daya alam yang terbatas ini, tidak akan mungkin manusia bisa tetap hidup dengan hanya
menguras sumber daya tanpa didaur ulang dengan populasi manusia yang kian besar. Mendaur
ulang sampah adalah hal yang penting dilakukan. Menurut Indarwati, cara hidup kita sekarang
sangat jauh merosot dibandingkan nenek moyang kita dahulu. Menjadi “sustainable” harus
dilakukan pada tahap pribadi terlebih dahulu. Indarwati adalah koordinator program WWF
Signing Blue, yaitu wadah untuk membantu pelaku usaha pariwisata agar bisnis nya berazas
berkelanjutan. Bisnis harus memiliki visi untuk lingkungan dan bertanggung jawab atas limbah
yang dihasilkan. Bisnis saat ini kebanyakan melihat sustainability dengan hanya menanam
pohon, padahal tidak itu saja, banyak hal-hal kecil yang sebenarnya juga sustainable, dengan
detox plastic, tidak menggunakan sedotan plastik, dan lain sebagainya.

Lingkungan adalah hal yang sangat penting untuk hidup. Persepsi bisnis yang hanya memikirkan
jangka pendek untuk keuntungan dan uang semata, tapi mengorbankan jutaan hektar hutan di
tebang, dan limbah pabrik mencemari air adalah tindakan yang bodoh. Padahal jika bisnis
dilakukan dengan lebih sadar akan aspek lingkungan, profit yang dihasilkan justru lebih banyak
untuk jangka panjang. Menurut Olivier, terms bisnis sosial dan tidak itu tidak ada. Bisnis adalah
bisnis tapi cara kerja bisnisnya yang didasari oleh ketamakan atau kesadaran akan lingkungan
dan masa depan.

Diskusi menjadi lebih menarik dengan topik yang berekspansi, peserta terlihat sangat antusias.
Setelah 2 jam kelas diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan pemberian sertifikat untuk
relawan guru.

Semoga di ulangtahun Akber Bali yang ke-tujuh, Akber Bali dapat memberikan kelas-kelas yang
lebih bermanfaat, relawan-relawan yang lebih solid, murid-murid yang terinspirasi oleh kelas
dan relawan guru yang puas dengan perasaan bahagia karena sudah berbagi ilmunya.
Selamat Ulang Tahun Akber Bali yang ke-7!

Salam,

Berbagi Bikin Happy

Ayudiah Natalia

 

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *