Ulasan Kelas

#AkberBali84 “Visual Storytelling Technique”

Kelas Akber 84 ini bisa terselenggara karena saya iseng menyambar tweet dari Mas Erwin beberapa minggu sebelumnya. Beliau memang pernah mengajar di Akber Bali tapi sudah bertahun-tahun yang lalu. Dan beliau semangat sekali untuk mengajar lagi, berbagi ilmu lagi di Akber Bali. Setelah berdiskusi, akhirnya disepakati tema yang akan diambil adalah teknik visual storytelling, berkaitan dengan profesi beliau sebagai sutradara film.

Setelah dipublikasikan, banyak sekali Akberians yang antusias untuk mendaftar. Selain karena mas Erwin Arnada memang cukup populer, baik sebagai wartawan, produser atau pun sutradara film, tema yang diangkat di kelas kali ini memang menarik, dan bisa terbilang kekinian.

Mas Erwin membuka kelas dengan mengundang 2 orang Akberians ke depan untuk bercerita mengenai perjalanan mereka ke lokasi kelas, di Kembali Innovation Hub. Menurut mas Erwin, pasti ada sesuatu yang bisa diceritakan dari perjalanan tersebut, entah itu macet, ada kecelakaan, menemui hal yang menarik di jalan, atau ha lainnya. Storytelling adalah seperti sebuah perjalanan, di mana untuk konteks visual ia harus hidup dan bergerak. Dan biasanya para pemula dalam bidang storytelling sering terjebak dengan persoalan teknis, dan malah mematikan ide cerita itu sendiri.

Ada 3 act structure of storytelling, yaitu :

Act 1 – Introduction. Start.

Act 2 – Problems. Mid.

Act 3 – Solution. Ending.

Struktur ini berlaku di mana-mana dan bisa diterapkan agar lebih lancar dalam bertutur cerita visual.

Dasar dari semua cerita adalah premis. Premis bisa diumpamakan sebagai “somebody wants something badly, but having problems while getting it, then found a solution to getting it.” Di dalam film, biasanya bagian paling menentukan adalah 10 menit pertama, apakah orang akan tertarik mengikuti kelanjutannya atau tidak. Apakah akan diflashback, atau tidak. Oleh karena itu, bagian introducton memegang peranan yang sangat penting. Ada beberapa film yang endingnya menggantung, atau plot twist, dan kadang membuat penontonnya bingung. Tapi, di semua film pasti ada solution/endingnya.

Hal lainnya yang penting dalam bercerita secara visual adalah apa yang mau kita sampaikan ke penonton. Value yang akan disampaikan dalam karya visual adalah intrinsic (semua kalimat, lagu, dll yang dipakai) dan extrinsic value (faktor eksternal). Intrinsic adalah bagian dari ending, apakah kita ingin penonton tertawa, sedih, menangis, marah, dll.

Apabila cara storytelling-nya bagus maka audiens tidak akan bosan menikmati film atau karya visual yang kita buat. Tidak berputar-putar di satu karakter saja atau alurnya tidak bergerak. Menarik atau tidak cerita yang kita buat, ditentukan oleh konten. Setiap orang pasti punya pengalaman dan cerita masing-masing. Orang yang banyak melihat secara visual pasti memiliki konten yang menarik.

Dan satu hal yang penting di dalam membuat film, baik itu dokumenter, film atau pun vlog, karya visual harus bisa showing, bukan hanya telling.

Di akhir materi mas Erwin menunjukkan bagian akhir dari film Rumah di Seribu Ombak yang dibuat dan ditulisnya sendiri. Bagaimana beliau ingin audiens merasakan apa yang ingin ia rasakan di dalam cerita tersebut.

Kelas hari ini sangat menyenangkan, dan berlangsung diskusi yang hangat dan seru tentang materi yang disampaikan mas Erwin. Akberians banyak yang bertanya mengenai proses storytellig itu sendiri, bagaimana cara mendapatkan ide, dll.

Di akhir kelas seperti biasa kita lakukan ritual foto bersama, dan setelah foto pun masih banyak Akberians yang belum puas dan masih bertanya lebih lanjut ke Mas Erwin.

Demikian uraian kelas Akber Bali 82 tentang Teknik Storytelling Visual. Semoga di lain waktu kita bisa membuat kelas yang lebih seru lagi bersama mas Erwin Arnada. Terima kasih mas Erwin Arnada, Kembali Innovation Hub, dan tentunya Akberians yang sudah hadir di kelas ini. Sampai jumpa di kelas Akber Bali berikutnya. 

 

Salam,

Berbagi Bikin Happy

Hadiyah Hayati

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *