Kelas Akber Bali Ulasan Kelas

#Akberbali87 “Creative Content for Business”

Kelas #Akberbali87 ini diadakan hari Sabtu, 22 Juni di Publik café, Denpasar. Kelas dipenuhi dengan antusiasme para murid yang sejak 1 jam sebelum kelas dimulai sudah terlihat nongkrong di café ini. Saya sebagai PIC sedikit kewalahan karena harus mengatur banyak hal dan para murid sudah hilir mudik berdatangan. Tampaknya memang minat tentang sosial media dan pemasaran digital ini sangat banyak. Dilihat dari background para murid yang cukup banyak punya bisnis di media sosial selain menjadi karyawan. 

Mbak Agnes mengawali kelas dengan pernyataan yang cukup menarik. Beliau berkata bahwa akan ada pergeseran pendidikan formal yang terpaku di ruang kelas dengan pendidikan praktikal seperti di Akberbali. Kelas-kelas seperti Akberbali akan lebih banyak dibutuhkan dan menarik minat disbanding mendapatkan gelar. Setelah pengenalan singkat dengan guru, kita mulai ke inti pembahasan kelas. 

Diawali dengan fakta cukup menarik tentang Indonesia sebagai “Digital Archipelago”. Bahwa ada sekitar 150 juta user internet di Indonesia dan 95% nya yaitu sekitar 142 juta online lewat handphone. Indonesia memiliki transaksi ecommerce lewat handphone terbesar serta pengguna sosial media nomer 4 teratas di seluruh dunia. Hal ini tentu pertanda bahwa banyak sekali potensi bagi pembisnis untuk memasarkan produknya lewat online, karena tiap harinya rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 206 menit di layar handphone dibandingkan rata-rata di seluruh dunia hanya 124 menit. 

Creative content tentu sangat diperlukan untuk memaksimalkan pemasaran dan identitas brand kita. Maka dari itu, ada 3 fokus utama dari konten kreatif yaitu: 

Brand Leadership:  Menjadi Leader dari pasar produk kita. Jadilah brand yang sangat paham serba-serbi produk dan membuat konten dari pemahaman tsb secara  kreatif. Klaim serba-serbi pengetahuan mengenai produkmu dan tampilkan dalam visual yang kuat. Kompetitor mungkin punya pengetahuan lebih, tapi belum tentu mereka mengolah informasi dengan kreatif menjadi konten.

Storrytelling: Konten tidak melulu soal jualan. Gali berbagai kemungkinan untuk membungkus brand melalui cerita. Buat materi cerita yang menarik dan UNIK. Materi yang tampaknya biasa saja bisa menjadi luar biasa di tangan marketer yang kreatif.

Costumer Engagement: Berpikir dari perspektif  konsumen. Apa yang mereka butuhkan tapi belum terwujud? Interaksi personal. Fleksibilitas. Posisikan diri sebagai konsumen: apa yang aku butuhkan yang saat ini  tidak/belum tersedia. Interaksi yang human dan personal, fleksibilitas ,mendukung program yang positif dan berdampak, kolaborasi / shout out dengan akun bisnis lain. 

Mbak Agnes menjelasan banyak sekali studi kasus mengenai brand-brand besar seperti Starbucks, Bath and Body Works dan bagaimana cara brand tersebut membuat konten di platform sosial media sesuai dengan karakteristik platform tersebut. 

Tips dan trik dalam menciptakan konten yang kreatif adalah dengan menggunakan hashtag yang relevan, konten terkait dengan isu terkini atau hari-hari penting untuk meningkatkan engagement. Berkolaborasi dengan influencer atau artist di platform sosial media, mendukung gerakan sosial progresif, merespon trend dan mengolahnya sesuai dengan identitas brand kita. 

Akun sosial media juga layaknya manusia dan memiliki personalitasnya sendiri.  Dengan kemanusiaannya, dan ketidaksempurnaannya akan lebih mudah menciptakan perasaan “related” kepada audiens kita. Maka dari itu penting sekali untuk memperhatikan hal-hal detail ini dalam menciptakan konten kreatif. Budget boleh murah, tapi ide itu mahal. Selamat bereksperimen dalam menciptakan konten, Akberians! 

Salam, 

Berbagi Bikin Happy ! 

 

Ayudiah Natalia.

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *