Learning Ulasan Kelas

Body Mind Spirit Connectivity

Hai Akberians,
Dengan pengalamannya sebagai praktisi AyurVeda, memasak sehat untuk beberapa komunitas dan sebagai penyintas kanker serviks, Bu Janti membagikan pengetahuan yang ia dapat dalam kelas Akber ke 74 “Body Mind Spirit Connectivity”. Pembahasan mengenai kesehatan holistik yang meliputi tubuh, pikiran dan jiwa tidak hanya dipaparkan oleh relawan guru, namun para peserta kelas juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalamannya. Tentu saja hal ini membuat suasana kelas lebih menarik karena materi yang diangkat adalah hal yang dijumpai sehari-hari. Dimulai dari membahas bahan makanan lokal, hingga cara mencintai diri sendiri.

Hal penting pertama adalah memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ketika menyadari hal itu kita akan mulai memikirkan lingkungan sekitar, dimana bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari berasal. Kebiasaan masyarakat sekarang ini terutama di kota-kota besar, bahan makanan diperoleh dari pasar modern. Pasar modern tersebut selalu menyediakan buah tanpa mengenal musim, serta bahan makanan yang ditanam dari berbagai negara. Bagaimana bahan-bahan makanan itu bisa sampai di negara yang berbeda benua, bagaimana mereka dihasilkan sehingga tidak mengenal musim dan tahan dalam perjalanan selama pengiriman. Orang-orang lebih tertarik dengan bahan makanan impor, seperti chia seed, quinoa, spirulina dan sebagainya. Padahal bumi Indonesia juga menyediakan kelapa, krokot, pisang, ciplukan, kunyit, tempe dan berbagai bahan makanan yang bisa dikategorikan sebagai “superfood” karena memiliki kekayaan nutrisi yang baik. Makanan yang lebih sehat adalah makanan lokal, lebih baik lagi jika mengetahui darimana bahan makanan itu berasal. Bahan makanan tersebut bisa kita dapatkan dari pasar lokal organik, dari teman petani maupun dari hasil tanam sendiri di halaman rumah. Dalam proses mengolah makanan juga perlu diperhatikan. Kebiasaan memasak makanan sendiri di rumah sudah mulai ditinggalkan karena kesibukan bekerja di luar rumah. Begitu pula dengan bergesernya tradisi kaum perempuan sebagai pekerja di luar rumah juga mempengaruhi perilaku tersebut.

Ritual foto bersama di akhir kelas.

Selain pola makan, lingkungan juga mendukung naiknya tingkat stres. Kompetisi yang tidak sehat, kurangnya istirahat dan tekanan dari lingkungan sekitar terutama dalam lingkup keluarga. Berdamai dengan keadaan, bersyukur pada kehidupan, berpikiran positif, menggerakkan tubuh, menyalurkan hobi dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa adalah beberapa cara untuk menghadapi persoalan hidup. Berkesadaran bahwa hidup ini tidak permanen. Bahkan perubahan suasana hati bisa dirasakan setiap jamnya.

Jadikanlah makananmu sebagai obat. Setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing, kenalilah dirimu sendiri. Lakukan semua setahap demi setahap, dengan penuh kesadaran dan dengan hati yang senang. Hidup anda adalah pilihan anda, maka pertama-tama cintailah dirimu sendiri.

Salam,

Berbagi Bikin Happy
Linda.

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *