Ulasan Kelas

Conceptual Thinking, Membedah Isi Otak dan Cara Kerjanya

“Di alam semesta yang kompleks ini, tidak ada yang hal insignifikan terjadi. Semua hal adalah signifikan, saling berhubungan satu dengan lainnya”

 

Kelas #AkberBali53 adalah kelas pertama Akber Bali yang berkolaborasi dengan komunitas Belajar Bareng Bandung (BBB). Saya mengetahui BBB dari awal dirintisnya hingga progress kelas-kelas yang diselenggarakannya. Dicetuskan oleh anak-anak muda Bandung kekinian yang cerdas dan kreatif, BBB menawarkan kelas-kelas seru dan unik yang tidak bisa didapatkan dari ruang kelas di sekolah.

 

Singkat kata, terbentuklah kolaborasi BBB dengan Akber Bali, pada tanggal 22 Desember 2016. Berlokasi di sebuah café dan co-working space yang sedang trend di Denpasar, The Night Market Café. Guru di kelas #AkberBali53 adalah Gadis Prameswari dan Sarah Soeprapto, mereka selain aktif di BBB juga merupakan dosen termuda di ITB. BBB yang sekarang pun dirombak dengan nama dan format yang berbeda yaitu 1%lab.

 

Jika kamu pernah menonton film Inside Out, ada sebuah rak yang penuh dengan memori-memori yang berwarna abu-abu. Memori tersebut adalah memori-memori lama yang tersimpan di alam bawah sadar kita, yang tidak bisa dengan mudah untuk ditampilkan kembali. Akan tetapi dalam suatu momen, memori tersebut bisa muncul, bahkan seringkali kita tidak menyadarinya. Memori-memori ini saling terkoneksi satu dengan lainnya yang sering kali tidak saling terhubung tetapi memiliki makna yang sama.

 

Steve Jobs mengungkapkan suatu hal mengenai connecting the dots. Yaitu menyambungkan memori dan pengalaman yang acak menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan satu dengan lainnya, yang akhirnya menghasilkan output yang original, dan unik.

 

Pengalaman-pengalaman ini dari bisa berasal dari hal-hal yang sepele, misalnya bagaimana Gadis, yang suka bersepeda menjadi seorang aktivis lingkungan. Karena pengalaman-pengalamannya sejak kecil ternyata ia sering bermain di tempat-tempat yang saat itu ia perjuangkan, agar lahannya tidak dialihfungsikan.  Itu adalah contoh kecil dari connecting the dots. Pada akhirnya Gadis menyadari bahwa ia menjadi aktivis lingkungan karena memori tersebut. Yang berhubungan dengan dirinya yang sekarang.

 

Conceptual Thinking adalah istilah yang baru bagi saya, seorang anak millenials. Conceptual Thinking gampangnya adalah bagaimana kita memahami diri kita, tahu apa tujuan dan peran kita di masyarakat, sebelum terjun dan merealisasikan konsep dari ide-ide kita menjadi suatu bentuk karya.

 

Conceptual Thinking menjadi hal yang krusial di era arus informasi yang sangat deras, membuat diri kita terutama anak muda menjadi bingung dengan apa sebenarnya tujuan diri mereka, mengenal apa yang mereka inginkan sebenarnya.

 

Kelas berjalan dengan sangat kondusif dan seru. Ini adalah kelas dengan suasana terbaik yang pernah saya rasakan sepanjang mengikuti kelas/workshop/seminar.

 

Dalam materi kelas juga dijelaskan bahwa kita harus memetakan 3 bakat dalam diri kita, yaitu:

  1. Gift of head (bakat dalam ilmu pengetahuan, hal yang kita kuasai, kita tahu dan paham)
  2. Gift of hand (bakat/sesuatu keterampilan yang bisa kita lakukan dengan tangan kita, contohnya adalah memasak, fotografi, dll)
  3. Gift of heart (motivasi yang mendorong diri kita untuk melakukan apa yang kita lakukan, kepedulian, ingin membuat dunia lebih baik, dll)

Semua bakat ini dimiliki oleh semua manusia, dan tidak masalah jika kita memiliki gift of head yang jauh berbeda dan tidak nyambung dengan gift of hand kita, tapi bagaimana cara kita membuat ketiga hal tersebut berkesinambungan. Conceptual Thinking memerlukan proses yang bertahap, dan berlapis-lapis.

 

Hal yang bisa saya tangkap secara keseluruhan adalah Conceptual Thinking adalah meningkatkan kesadaran diri dan consciousness. Karena dengan kontemplasi, merefleksikan diri sendiri, dan memetakan ketiga konsep di atas adalah cara untuk tahu apa yang kita ingin lakukan, siapa diri kita dan juga untuk merealisasikan hal yang ingin kita lakukan.

 

Empat jam kelas ini cukup berat dan abstrak, tidak cukup dengan penjabaran saya, karena saya juga masih meraba-raba, tetapi kelas kali ini adalah kelas yang sangat bermanfaat bagi kita semua.

Sampai bertemu di kelas selanjutnya!,

Ayudiah Natalia

Berbagi Bikin Happy!

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *