Branding Kelas Akber Bali

Menertawakan kita bareng @pandji di kelas #20

Kelas Akademi Berbagi Bali kali ini diadakan bertepatan dengan Hari Pahlawan, dengan mengangkat topik  ‘Stand Up Comedy’. Selain topik yang sangat menarik, kelas kali ini juga didukung oleh guru yang luar biasa. Beliau Pandji Pragiwaksono. Beliau memang cukup dikenal di Indonesia, walaupun hanya sebagai seorang ‘semi-artis’ Indonesia. 🙂

Sesi photo bersama kelas #20 Akademi Berbagi Bali
Kelas kali ini, diadakan di Kopi Kultur Bali. Tidak seperti biasanya kelas Akber Bali kali ini diadakan agak lebih pagi dibandingkan dengan kelas-kelas sebelumnya. Rencana kelas dimulai pukul 10:00 WITA. Namun karena ada sedikit hambatan, kelas pun diadakan agak ngaret hingga 15 menit. Walaupun kelas kali ini diadakan di pagi hari akhir pekan, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta untuk hadir. Sebelum materi dimulai, seperti biasa akan ada penjelasan mengenai profil Akber Bali dan topik kelas yang akan diangkat. Fahry yang selaku kepala sekolah @akberBali menjelaskan dengan sangat kreatif layaknya seorang comic, hingga kelas pun sempat penuh dengan tawa peserta.

@pandji lagi berdiri pegang mic
Setelah beberapa menit berjalan, ternyata tanpa disadari kelaas ini cukup beda dengan kelas-kelas sebelumnya. Baru pertama kali guru yang membawakan materi tidak dilengkapi dengan slide presentasi. Bahkan salah satu peserta pun sempat menanyakan hal ini, dan @pandji menjawab dengan cukup sederhana. @Pandji menjelaskan bahwa beliau sudah lebih dari 10 tahun menjadi penyiar radio, sehingga terlatih dalam bidang komunikasi maupun public speaking. Selain itu materi Stand Up Comedy juga sebenarnya sering beliau sampaikan di berbagai pertemuan seperti ini.
 
Beliau mengungkapkan salah satu trik comedy yang sering digunakan oleh berbagai comic di Indonesia adalah dengan cara menertawakan seseorang. @Pandji membaginya menjadi 3 tipe teknik menertawakan seseorang.
 
Pertama, Menertawakan Orang Lain
Pada teknik ini, comic akan menceritakan kejelekan atau kisah lucu seseorang dan menambahkan sedikit ‘bumbu’ agar penonton ikut tertawa.
 
Kedua, Menertawakan diri sendiri
Teknik ini memerlukan sedikit kejujuran, kenapa? Karena ‘comic’ yang tampil harus berani menceritakan pengalaman buruknya ke penonton, sehingga penonton ikut menertawakan kisah tersebut.
 
Terakhir, Mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri
Nah, untuk yang ketiga ini agak susah. Karena si ‘comic’ harus memastikan bahwa kisah lucu yang akan dijadikan bahan tawa, harus benar-benar  dialami dan dipahami oleh peserta. 
 
Sebenarnya masih banyak trik yang disampaikan oleh @pandji, sekaligus berbagai contoh yang sangat menarik. Tapi karena  berbagai keterbatasan yang mimin miliki, jadi cukup segitu saja review-nya 😀 . Dan sampai ketemu di kelas akber selanjutnya.
Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *